RUTENG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 27 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8/2026) siang. Gempa terbesar dalam rentang pemantauan pukul 12.00 hingga 13.00 WITA mencapai magnitudo (M) 4,3.
Berdasarkan rangkuman yang diunggah akun resmi BMKG @infoBMKG, gempa M 4,3 terjadi pada pukul 12.33.25 WITA. Pusat gempa berada sekitar 87 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 12 kilometer.
Selain gempa M 4,3, BMKG mencatat sejumlah gempa lain dengan kekuatan antara M 2,1 hingga M 4,0 di berbagai wilayah NTT. Sebagian besar lokasi gempa berada di sekitar Manggarai, Nagekeo, Ngada, dan Labuan Bajo.
Baca Juga: DPR Terjun Langsung ke NTT, Kawal Bantuan Gempa M7,7 Agar Tak Salah Sasaran Pada pukul 13.00.42 WITA, misalnya, BMKG mencatat gempa M 3,4 yang berlokasi sekitar 61 kilometer timur laut Waingapu, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kemudian pada pukul 12.59.19 WITA terjadi gempa M 3,2 sekitar 73 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 0 kilometer. Gempa M 3,0 juga tercatat pada pukul 12.58.22 WITA, sekitar 76 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 22 kilometer.
Aktivitas gempa lainnya terjadi di sekitar Nagekeo. Salah satunya gempa M 3,3 pada pukul 12.41.55 WITA yang berlokasi sekitar 46 kilometer barat laut Mbay, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG juga mencatat gempa M 3,0 sekitar 20 kilometer timur laut Bajawa, Ngada, pada pukul 12.40.15 WITA dengan kedalaman 21 kilometer.
Gempa dengan magnitudo M 4,0 tercatat pada pukul 12.16.09 WITA. Pusat gempa berada sekitar 56 kilometer barat laut Larantuka dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski aktivitas gempa susulan masih terjadi, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan seismik di NTT.
Sebelumnya, NTT diguncang gempa besar pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut sempat dilaporkan berkekuatan M 7,7 dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BNPB yang dirilis Sabtu (15/8/2026) hingga pukul 18.48 WIB, sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Ende.
BNPB juga mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan. Kerusakan turut terjadi pada fasilitas publik, di antaranya 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor.