JAKARTA - Tiga mobil kepresidenan klasik yang pernah digunakan para presiden Indonesia dipamerkan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (16/8/2026). Deretan kendaraan tersebut menjadi perhatian karena memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kepemimpinan Indonesia.
Tiga mobil yang dipamerkan terdiri dari dua unit Cadillac Fleetwood Brougham tahun 1980 dan satu Mercedes-Benz S280 tahun 1980. Kendaraan-kendaraan tersebut merupakan bagian dari sejarah perjalanan kepresidenan Indonesia dari masa ke masa.
Salah satu kendaraan yang dipamerkan yakni Cadillac Fleetwood Brougham keluaran 1980. Mobil asal Amerika Serikat tersebut tercatat pernah digunakan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.
Baca Juga: Cabai Rawit Merah Termahal Rp62.650/Kg, Ini Rincian Lengkap Harga Pangan Hari Ini Selain digunakan untuk kebutuhan kepresidenan, Cadillac Fleetwood Brougham tersebut juga memiliki peran dalam kegiatan diplomatik Indonesia. Mobil itu digunakan untuk menjemput tamu-tamu negara yang berkunjung ke Indonesia.
Kendaraan tersebut juga pernah digunakan dalam prosesi penyerahan surat-surat kepercayaan atau credential dari duta besar negara sahabat kepada Presiden Indonesia.
Selain Cadillac, Mercedes-Benz S280 tahun 1980 turut menjadi perhatian. Mobil tersebut memiliki sejarah penggunaan lintas pemerintahan dan pernah menjadi kendaraan dinas Presiden ke-2 RI Soeharto bersama Ibu Negara Tien Soeharto.
Setelah era Soeharto berakhir, Mercedes-Benz S280 tersebut tetap digunakan pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Kendaraan yang sama kemudian digunakan oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Kehadiran mobil-mobil klasik tersebut tidak hanya menjadi pajangan menjelang perayaan HUT ke-81 RI. Kendaraan tersebut juga memperlihatkan jejak sejarah penggunaan mobil kepresidenan dalam berbagai kegiatan kenegaraan.
Deretan mobil yang masih terawat tersebut menjadi bagian dari suasana nostalgia di Kompleks Istana Kepresidenan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Pameran kendaraan kepresidenan klasik itu sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu dan perjalanan sejarah pemerintahan Indonesia.* (in/dh)