ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mempercepat penyerapan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp21 miliar untuk mendukung pemulihan pascabencana. Percepatan dilakukan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Langkah tersebut menjadi perhatian setelah hasil monitoring dan evaluasi Satgas PRR pada Kamis (13/8/2026) menunjukkan realisasi keuangan tambahan TKD di Kabupaten Aceh Singkil masih berada di angka 0 persen.
Dana tambahan tersebut disiapkan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, terutama pada sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta berbagai layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga: Cegah Ancaman SiLPA dan Serapan Nol Persen: Satgas PRR Minta Pemprov Aceh Dampingi Pemda Maksimalkan Dana TKD Pascabencana Sekretaris Daerah Aceh Singkil Edy Widodo mengatakan sejumlah pekerjaan pemulihan secara fisik sebenarnya sudah berjalan dengan dukungan APBN dan tambahan TKD Pemerintah Aceh. Namun, realisasi keuangan dari tambahan TKD kabupaten masih perlu dikebut.
"Jadi kami memang belum terealisasi untuk keuangan. Namun, secara fisik sudah bekerja dan berjalan, tinggal bagaimana merealisasikan keuangan," kata Edy usai rapat monitoring dan evaluasi bersama Satgas PRR di Kantor Sekda Aceh Singkil.
Pemkab Aceh Singkil kemudian menetapkan target penyerapan anggaran sebesar 25-30 persen setiap bulan hingga akhir 2026. Target tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) mempercepat tahapan perencanaan, pengadaan, kontrak hingga pencairan anggaran.
"Kami berharap dalam sebulan bisa terserap 25-30 persen per bulan agar realisasi seluruhnya yang terkirim ke Aceh Singkil," ujar Edy.
Pengawalan percepatan dilakukan Satgas PRR melalui koordinasi bersama perangkat daerah serta peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain ruas jalan batas Aceh Selatan-Aceh Singkil, fasilitas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Ujung Bawang, serta SD Mukti Harapan di Singkohor yang mengalami kerusakan berat.
Di sektor kesehatan, tambahan TKD mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Dana tersebut terdiri atas Rp600 juta untuk pengadaan meubelair serta Rp1,2 miliar untuk perbaikan fisik Puskesmas dan Pustu yang terdampak banjir.
Sebanyak tiga paket pengadaan telah disiapkan untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan. Program tersebut mencakup Puskesmas Singkil dan 14 Pustu yang tersebar di tiga kecamatan.
Sejumlah pekerjaan fisik fasilitas kesehatan juga telah memasuki tahap kontrak. Sementara itu, satu paket penanganan fasilitas kesehatan di Ujung Bawang masih menunggu penyesuaian APBK terkait relokasi sarana dan prasarana sebelum pekerjaan dilaksanakan.