JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan pembangunan 3.008 jembatan oleh TNI Angkatan Darat telah membuka akses ke 9.008 sekolah dan menghubungkan 7.807 desa serta kelurahan di berbagai daerah.
Maruli menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto yang mengikuti kegiatan secara daring dari Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.
"Jadi kalau kita jumlahkan keseluruhan jembatan di 3.008 titik ini, ada 9.008 sekolah terakses. Sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah. (Juga) menghubungkan 7.807 desa," ungkap Maruli.
Baca Juga: Pemprov Sumut Sabet Penghargaan Terbaik I Program 3 Juta Rumah, Dapat 300 Bantuan Bedah Rumah Selain menghubungkan sekolah dan desa, jembatan yang dibangun TNI AD tersebut juga menghubungkan 4.618 fasilitas ekonomi dan memberikan manfaat kepada sekitar 4,5 juta jiwa.
Maruli mengatakan sejumlah jembatan dibangun di lokasi dengan kondisi geografis yang cukup sulit. Salah satunya jembatan sepanjang 240 meter di Aceh Tamiang.
Menurut dia, pembangunan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menghadapi tantangan karena banyak sungai memiliki bentang yang lebar.
"Jadi di Aceh, Sumatera, dan Padang ini banyak sekali jembatan-jembatan yang di atas 100 meter (lebarnya)," jelas dia.
TNI AD juga menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang 100 meter di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jembatan tersebut dikerjakan selama enam bulan.
Pembangunannya terkendala kondisi tanah rawa. Pengiriman material seperti pasir dan semen harus menggunakan tongkang.
TNI AD juga memasang pasak untuk memperkuat konstruksi.
"Kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut karena kebanyakan, daerahnya merupakan rawa, jadi tanah-tanah lembek. Dan ini, sudah jadi per hari ini," jelas dia.
Di Nusa Tenggara Timur, TNI AD membangun jembatan sepanjang 164 meter yang sebelumnya terputus selama lebih dari tiga tahun.