JAKARTA – Seorang siswa Sekolah Rakyat terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut keterpilihan tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Siswa tersebut adalah Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ismi terpilih menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Barat bersama M. Deni Fikri dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.
Prasetyo mengaku bangga setelah mengetahui adanya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil lolos dalam seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Baca Juga: Tiga Helikopter Terbang Berdekatan, Mensesneg Akui Sempat Berdebar Saksikan Gladi Kotor HUT RI "Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut Prasetyo, keterpilihan Ismi menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi tidak semestinya ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga.
Ia menegaskan proses seleksi Paskibraka mengedepankan kompetensi dan kerja keras. Dengan demikian, siswa dari berbagai latar belakang memiliki peluang yang sama untuk mengikuti seleksi hingga tingkat nasional.
"Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," ujarnya.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum mengetahui secara langsung mengenai adanya siswa Sekolah Rakyat yang terpilih menjadi anggota Paskibraka nasional.
Pemerintah juga tidak mengikuti secara rinci seluruh proses seleksi Paskibraka yang berlangsung di 38 provinsi.
Di sisi lain, Prasetyo mengingatkan tugas sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional bukan perkara mudah. Para calon anggota harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus mempersiapkan mental untuk menjalankan tugas di hadapan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, tantangan Paskibraka bukan hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Setiap anggota juga dituntut memiliki konsentrasi dan ketepatan tinggi ketika menjalankan tugas.
"Saudara nanti harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir Anda disaksikan seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," kata Prasetyo.