JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti angkat bicara soal temuan 996 senjata di sebuah sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia memastikan pemerintah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman," kata Mu'ti usai rapat bersama pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Hampir 1.000 Senjata Ditemukan di Sekolah, Ternyata Cuma 1 yang Asli Terkait temuan senjata tersebut, Abdul Mu'ti menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada aparat keamanan. Menurutnya, kepolisian memiliki kewenangan untuk menjelaskan mengenai barang-barang yang ditemukan di lokasi.
"Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan," ujarnya.
Abdul Mu'ti juga menjelaskan bahwa pengawasan terhadap sekolah merupakan kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kalau sekolah, kan pengawasannya oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya," katanya.
Meski demikian, Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.
"Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya," imbuh Mu'ti.
Sebelumnya, aparat menemukan ratusan barang yang diduga berkaitan dengan senjata di sebuah sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan tersebut pertama kali didapat pada 10-11 Juli 2026 dan kembali ditemukan pada Rabu (5/8) malam.
Polisi kemudian menjelaskan bahwa total terdapat 996 pucuk senjata yang ditemukan. Dari jumlah tersebut, 995 merupakan senapan angin, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA.
Senjata api tersebut diketahui milik pria berinisial DS yang disebut merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin.