MEDAN — Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Andaliman Hall, Medan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Pancasila Sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa: Menjawab Disintegrasi, Krisis Kepercayaan Publik, dan Tantangan Kesehatan Jiwa Generasi Muda."
Maruli mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 34 Peserta Pramuka Tanjungbalai Dilepas Ikuti Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur, Peserta Diminta Jaga Nama Baik Daerah Menurut dia, pemahaman terhadap Pancasila menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan moralitas generasi penerus bangsa.
"Kita takut nanti regenerasi muda ini daya juangnya berkurang. Tapi kalau dia betul-betul paham tentang Pancasila, mulai sila pertama sampai sila kelima, di situlah salah satu sarana untuk membangun moralitas kita," kata Maruli.
Maruli mengatakan kemerdekaan dan kehidupan berbangsa yang dinikmati masyarakat saat ini harus dipertahankan dengan terus menanamkan nilai-nilai Pancasila.
Menurut dia, upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Individu, kelompok, relawan, dan seluruh elemen masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
"Kita undang dari berbagai suku dan lapisan masyarakat supaya mereka nanti menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada sesama dan lingkungan sekitarnya. Harapannya ada perubahan dalam diri, lebih disiplin, dan memahami pentingnya Pancasila," ujarnya.
Maruli juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang dinilai menjadi salah satu tantangan dalam memperkuat ideologi bangsa.
Menurut dia, kemajuan teknologi tidak dapat dihindari dan memberikan banyak manfaat.
Namun, generasi muda tetap perlu menjaga rasa kebersamaan, persatuan, serta moralitas agar tidak terpengaruh dampak negatif perkembangan digital.