ACEH BARAT — Harapan warga Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian, Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, untuk kembali memiliki akses aman mulai terbuka.
Jembatan gantung yang menjadi penghubung kedua dusun tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu.
Kerusakan jembatan membuat warga harus menggunakan jembatan tali baja untuk menuju sekolah, kebun, dan lokasi aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Prihatin 43 Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Biaya, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa di Poltekkes Gunungsitoli Jalur tersebut menjadi akses darurat yang harus dilalui warga meski memiliki risiko, terutama ketika kondisi cuaca buruk.
Kini, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda mulai dilakukan. Jembatan tersebut ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada akhir Agustus 2026.
Di lokasi pembangunan, pekerjaan telah memasuki tahap penguatan dan pengecoran tiang fondasi.
Jembatan dirancang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter.
Jembatan tersebut nantinya dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda tiga dengan kapasitas beban maksimal satu ton.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dikerjakan oleh 35 prajurit TNI dari Dandenzibang 1/IM Meulaboh.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan akses antardusun yang terputus akibat bencana.
Jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih aman bagi warga sembari menunggu solusi infrastruktur permanen.
Koordinator Lapangan Pembangunan Jembatan Perintis Desa Sikundo, Letkol Czi Azhari Lubis, mengatakan pembangunan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.