LHOKSEUMAWE — Sebanyak 1.700 pelari, termasuk atlet internasional asal Kenya, memadati Lilawangsa Run 2026 di Kota Lhokseumawe, Aceh, Ahad, 9 Agustus 2026.
Ajang lari yang diinisiasi Korem 011/Lilawangsa itu menjadi salah satu event olahraga terbesar di wilayah tersebut tahun ini.
Lilawangsa Run 2026 mengambil titik start dan finis di Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Baca Juga: Jalan Desa Diperbaiki, Bupati Labusel Harap Mobilitas dan Ekonomi Warga Makin Lancar Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga diarahkan sebagai bagian dari pemulihan masyarakat Aceh setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengatakan ajang tersebut bukan sekadar perlombaan lari.
Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi obat pelipur lara sekaligus trauma healing bagi masyarakat Aceh pascabencana.
"Ajang ini jadi obat pelipur lara sekaligus trauma healing bagi masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Bukti nyata kalau TNI selalu ada di tengah rakyat," kata Ali Imran.
Persaingan ketat terjadi pada kategori 5K Open.
Pelari asal Nairobi, Kenya, Mellin Ngetids, harus puas berada di posisi kedua setelah kalah cepat dari Arwan Zeboa, atlet asal Nias, Sumatra Utara.
Arwan Zeboa berhasil menjadi juara pertama kategori 5K Open. Posisi ketiga ditempati Jenri Pakpahan.
Hasil tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Lilawangsa Run 2026 karena atlet lokal mampu bersaing dengan pelari internasional.