BIREUEN — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menekankan pentingnya kualitas pembangunan agar infrastruktur yang dibangun mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem maupun potensi bencana di masa mendatang.
Gibran mengatakan pembangunan kembali infrastruktur pascabencana tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian, tetapi juga harus memperhatikan kekuatan dan ketahanan bangunan.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026 Mencuat, Ini Respons Istana "Kita cuma pengen antisipasi. Kalau nanti musim hujan, kesapu lagi, kan, sedih," ujar Gibran.
Dalam peninjauan itu, Wapres mendapatkan penjelasan terkait perkembangan pembangunan jembatan, kondisi lapangan, serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses pengerjaan.
Menurut Gibran, pembangunan infrastruktur harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama untuk memastikan akses transportasi tetap aman dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses percepatan pembangunan jembatan tersebut.
Semangat gotong royong, kata Gibran, menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnain, mengatakan Wapres memberikan arahan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan.
"Arahan Pak Wapres tadi, semoga ini lebih cepat dan dengan mutu yang cukup," ungkap Zulkarnain usai mendampingi Gibran.
Ia menjelaskan, pembangunan kembali Jembatan Teupin Mane menjadi bagian penting dalam memulihkan konektivitas jalur Bireuen menuju Takengon yang sebelumnya sempat terganggu akibat bencana.
Saat ini, progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 45 persen.