JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Pemaparan tersebut melibatkan sekitar 150 peneliti sebagai bagian dari upaya mendukung penyelesaian berbagai persoalan nasional melalui riset dan inovasi.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan para peneliti mendapat undangan khusus untuk berdialog langsung dengan Presiden sekaligus mempresentasikan hasil penelitian yang telah dikembangkan.
"Kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden," ujar Arif.
Baca Juga: Gaji ASN Aman, Purbaya Siapkan Rp20,5 Triliun buat 490 Daerah yang Kesulitan Fiskal Menurut Arif, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari sejumlah pemaparan hasil riset yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden dalam rapat terbatas di Hambalang maupun di Istana Kepresidenan.
Dalam kesempatan itu, BRIN mempresentasikan 12 klaster riset yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga inovasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan kampung nelayan.
Selain memaparkan hasil penelitian, BRIN juga menampilkan sejumlah produk inovasi yang dijadwalkan akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo bersama para peneliti.
Arif menyebut para peneliti menyambut antusias kesempatan berdialog secara langsung dengan Presiden. Menurutnya, arahan dari kepala negara diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperkuat arah pengembangan riset dan inovasi nasional.
BRIN, lanjut Arif, terus berkomitmen menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah di berbagai sektor.* (an/dh)