BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan Polri memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi SDM Polda Aceh Tahun Anggaran 2026 di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Gagal Pinjam Rp50 Juta, Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Nenek dan Bawa Kabur Anting Emas di Deli Serdang Dalam arahannya, Kapolda Aceh menyebut perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan keamanan saat ini menuntut Polri memiliki personel yang profesional, berintegritas, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Berbagai tantangan yang dihadapi kepolisian saat ini, antara lain meningkatnya kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, penyebaran informasi palsu atau hoaks, hingga tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kepolisian.
"SDM merupakan aset utama organisasi. Keberhasilan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas personelnya. Karena itu, kita harus terus membangun SDM yang unggul, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujar Kapolda.
Menurut Ruddi Setiawan, Rakernis Fungsi SDM menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola manajemen personel di lingkungan Polda Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan muncul berbagai inovasi dan solusi dalam meningkatkan pembinaan personel, mulai dari proses rekrutmen, peningkatan kompetensi, pembinaan karier, evaluasi kinerja, hingga kesejahteraan anggota.
Kapolda juga meminta seluruh jajaran memastikan pengelolaan SDM dilakukan secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Ia menegaskan komitmen terhadap proses rekrutmen anggota Polri yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) harus terus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Selain itu, Kapolda memberikan sejumlah arahan kepada peserta Rakernis agar memperkuat sistem merit berbasis kompetensi, meningkatkan integritas dan budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, serta Program Presisi.
Personel juga diminta meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung digitalisasi pelayanan fungsi SDM.