CIANJUR - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke Kamboja. Menurutnya, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi di negara tersebut.
Peringatan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri kegiatan pelepasan dan pembekalan ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Pendopo Bupati Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).
"Warning kerja yang paling kita hati-hati, jangan mudah tergiur bekerja ke Kamboja. Kita kasih warning, Kamboja banyak terjadi eksploitasi. Lebih miskin dari kita negaranya," kata Muhaimin.
Baca Juga: Pemkot Medan Fasilitasi 1.692 Calon Pekerja Migran Bekerja ke Luar Negeri Ia mengaku telah mengunjungi langsung Kamboja untuk melihat kondisi di lapangan. Dari hasil kunjungannya tersebut, Cak Imin menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum menerima tawaran pekerjaan di negara itu.
"Saya kemarin terbang ke sana. Saya cek satu per satu. Negaranya lebih miskin dari kita, jangan kerja ke sana. Lebih miskin kok kerja ke sana. Itu warning untuk Kamboja," ujarnya.
Menurut Muhaimin, pemerintah akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai risiko bekerja melalui jalur ilegal. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah semakin banyak warga menjadi korban penipuan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia juga meminta pemerintah daerah aktif menyosialisasikan pentingnya memilih jalur penempatan pekerja migran yang resmi dan sesuai ketentuan.
"Pak Bupati dan jajaran, mari kita sosialisasikan terus. Kita juga siap bekerja sama dengan swasta dan pihak mana pun yang memiliki kegiatan penempatan PMI. Mari kita duduk bersama mencari jalan yang legal, jangan menempuh jalur ilegal," tegasnya.
Selain memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program SMK Go Global. Program tersebut disiapkan untuk mencetak lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.
Muhaimin mengatakan pemerintah telah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Indonesia di luar negeri guna membuka peluang kerja yang aman dan legal bagi para PMI.
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin melepas sebanyak 337 calon pekerja migran asal Kabupaten Cianjur yang akan bekerja di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.
Para calon PMI tersebut sebelumnya telah menjalani pelatihan di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.