JAKARTA - Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan untuk pengamanan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu peserta dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan daerah lainnya.
"Seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Ia meminta petugas melayani masyarakat dengan kesabaran dan sikap tenang.
Baca Juga: Ahli Pidana Sebut Abuse of Power Penyidik Bisa Jadi Dasar Gugatan Ganti Rugi Roy Suryo "Utamakan kesabaran dalam melayani masyarakat, tetap tenang dalam bertindak, serta jaga komunikasi dan koordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai," tegasnya.
Dekananto merinci 7.643 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.675 personel Polda Metro Jaya, 1.143 personel Polres jajaran, 500 personel Korbrimob Polri, 200 personel Korsabhara Polri, 1.845 personel TNI, 145 personel Satpol PP, serta 135 personel Dinas Perhubungan, termasuk petugas kendaraan derek.
Menurutnya, pengamanan dilaksanakan melalui langkah preemtif dan preventif, meliputi deteksi dini serta sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom dan K9. Selain itu, dilakukan pula pengamanan terbuka dan tertutup, patroli, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan pos kesehatan, ambulans, dan jalur evakuasi di setiap sektor.
Untuk akses peserta menuju kawasan Monas, dibuka melalui Pintu Timur Laut, Pintu Tenggara, dan Pintu Barat Daya. Guna mendukung mobilitas peserta, disiapkan 22 kantong parkir dengan kapasitas sekitar 1.450 bus, 3.680 mobil, dan 50 sepeda motor.
Ia meminta petugas mencegah penumpukan dengan mengatur kedatangan peserta secara tertib. Setiap bus harus diarahkan menuju kantong parkir JIExpo Kemayoran agar mobilitas peserta tetap berjalan lancar.
Dekananto juga mengimbau peserta menggunakan akses masuk dan kantong parkir sesuai peruntukannya serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan Monas disarankan menggunakan jalur alternatif atau memanfaatkan transportasi umum guna menghindari kepadatan lalu lintas," katanya.* (an/dh)