BANDUNG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meluruskan polemik terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah londo ireng yang belakangan dikaitkan dengan wartawan. Pigai menegaskan istilah tersebut tidak ditujukan kepada insan pers.
Pigai mengaku membawa pesan langsung dari Presiden Prabowo kepada para wartawan agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait pernyataan tersebut. Menurutnya, Presiden tetap menaruh rasa hormat dan kedekatan dengan insan pers.
"Pesan Pak Prabowo, sampaikan salam untuk wartawan. Intinya Pak Prabowo bilang I love you wartawan," kata Pigai kepada awak media, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Kepuasan Prabowo Merosot di Survei SMRC, Bakom: Nanti Bisa Naik Lagi Dia menjelaskan, istilah londo ireng yang dimaksud Presiden merujuk kepada individu yang membantu kepentingan asing hingga merugikan bangsa sendiri. Karena itu, istilah tersebut tidak melekat pada profesi tertentu, termasuk wartawan.
Menurut Pigai, seseorang yang masuk dalam kategori tersebut bisa berasal dari berbagai latar belakang, baik pejabat, pegawai negeri, menteri, maupun profesi lainnya. Oleh sebab itu, dia meminta publik tidak menggeneralisasi pernyataan tersebut kepada seluruh jurnalis.
"Londo ireng itu orang yang membantu orang asing untuk mengkhianati bangsanya sendiri. Tidak disebut wartawan," ujarnya.
Pigai juga menilai polemik berkembang karena adanya penafsiran yang mengaitkan langsung istilah tersebut dengan profesi wartawan melalui pemberitaan. Dia menegaskan hubungan pemerintah dengan media harus tetap terjaga dengan baik.
Sebelumnya, pernyataan Presiden Prabowo terkait londo ireng memicu respons dari sejumlah organisasi pers dan kalangan jurnalis. Beberapa pihak menilai istilah itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika dikaitkan dengan profesi wartawan.
Melalui penjelasan Pigai, pemerintah menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh insan pers. Bahkan, Presiden disebut secara khusus menyampaikan salam serta rasa sayang kepada wartawan.* (in/dh)