MAGELANG – Pemerintah terus mendorong perluasan kesempatan kerja melalui penyelenggaraan Job Fair yang kini tidak hanya menjadi ajang mencari pekerjaan, tetapi juga sebagai jembatan antara talenta pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja, peningkatan kompetensi dinilai menjadi kunci menghadapi persaingan kerja.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat membuka Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Afriansyah mengatakan, transformasi industri dan dinamika ekonomi global telah mengubah pola rekrutmen tenaga kerja. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar sumber daya manusia Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Baca Juga: PHI Perkuat Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kalimantan, Dorong Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 "Job Fair menjadi ruang strategis yang mempertemukan pencari kerja secara langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Momentum ini sekaligus membuka akses informasi mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan dunia industri," ujar Afriansyah.
Menurutnya, fungsi Job Fair saat ini berkembang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Selain mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, para pencari kerja juga dapat memahami tren kebutuhan industri sekaligus membangun komunikasi langsung dengan perusahaan melalui proses rekrutmen yang berlangsung di lokasi kegiatan.
Afriansyah menegaskan, dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, beradaptasi terhadap perubahan, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan (problem solving).
"Tenaga kerja yang memiliki kompetensi, mampu beradaptasi, dan terus meningkatkan kapasitas diri akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di tengah dinamika dunia kerja," tegasnya.
Selain mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja, Wamenaker juga mengajak masyarakat untuk melihat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar penting dalam penciptaan lapangan kerja nasional.
Menurutnya, UMKM tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta membangun kemandirian ekonomi.
"UMKM bukan lagi sekadar pilihan alternatif. Sektor ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Afriansyah turut mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang beserta seluruh pemangku kepentingan yang berkolaborasi menyelenggarakan Job Fair 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan, pencari kerja, dan dunia industri.
Pemerintah berharap penyelenggaraan Job Fair dapat memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja, meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui terserapnya tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.* (dh)