SURABAYA — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen. Bakom menilai hasil survei merupakan gambaran opini masyarakat dalam periode tertentu dan masih dapat berubah seiring perkembangan program pemerintah.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah bersifat dinamis. Menurutnya, angka survei dapat kembali meningkat apabila program-program pemerintah berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
"Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen, sekarang 50 persen, ya insyaallah nanti 80 persen lagi," ujar Qodari usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Diisukan Gantikan Perry Warjiyo, Purbaya Tegaskan Tetap Fokus sebagai Menteri Keuangan Qodari menyebut hasil survei tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kinerja pemerintah. Ia menilai perlu adanya perbandingan dengan survei dari lembaga lain agar mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh terkait persepsi masyarakat.
Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi positif. Pertumbuhan ekonomi disebut tetap berada di kisaran 5 persen, sementara inflasi masih dalam kondisi terkendali.
"Fundamental ekonomi sangat bagus. Pertumbuhan ekonomi 5 sekian persen, kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen," katanya.
Selain faktor ekonomi, Qodari juga menyoroti stabilitas politik dan solidnya koalisi pemerintahan sebagai modal dalam menjalankan berbagai program prioritas Presiden Prabowo.
Ia mengatakan sejumlah kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak, seperti program swasembada pangan, kebijakan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, serta kemudahan akses pupuk bagi petani.
"Kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja," ucapnya.
Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 51,1 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding survei November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan sebesar 81,2 persen.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyebut penurunan kepuasan publik tersebut berkaitan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap sejumlah aspek, seperti kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Survei SMRC dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang dipilih secara acak melalui metode wawancara tatap muka dan telepon. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 3,7 persen.* (k/dh)