MEDAN– Warga Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, akhirnya bisa bernapas lega setelah jembatan penghubung menuju Kecamatan Medan Maimun resmi selesai dibangun. Kehadiran jembatan baru tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membantu mengurangi biaya transportasi yang selama ini harus dikeluarkan setiap hari.
Salah seorang warga, Juminah (65), mengaku keluarganya kini dapat menghemat pengeluaran harian sejak jembatan kembali bisa digunakan. Sebelumnya, setelah jembatan lama rusak akibat diterjang banjir pada 2024, mereka terpaksa memutar jalan dan menggunakan becak bermotor.
"Kalau tidak ada jembatan ini harus memutar lewat Jalan Katamso. Ongkos becak mesin untuk anak sekolah bisa Rp30 ribu per hari, ditambah uang jajan Rp20 ribu. Total pengeluaran bisa mencapai Rp50 ribu setiap hari," ujar Juminah, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Polisi Diserang saat Gerebek Terduga Kampung Narkoba di Medan Maimun, 6 Warga Ditangkap Menurutnya, jembatan tersebut bukan hanya menjadi akses penting bagi anak-anak menuju sekolah, tetapi juga memudahkan warga yang hendak menghadiri kegiatan pengajian maupun aktivitas sehari-hari di seberang Sungai Deli.
Ia mengaku selama jembatan belum dibangun, dirinya kerap membatalkan pergi ke pengajian karena keterbatasan biaya transportasi.
"Kalau lagi tidak ada uang, ya tidak jadi pergi pengajian. Sekarang kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai," katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Iros (56). Ia mengatakan keberadaan jembatan baru membuat perjalanan menuju warung maupun kawasan Medan Johor menjadi jauh lebih dekat dibandingkan harus memutar melalui jalur lain.
Selain memberikan kemudahan akses, Iros berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar tetap awet dan tidak mengalami kerusakan. Ia juga mengingatkan potensi pencurian material besi yang kerap terjadi pada fasilitas umum.
"Harus dijaga bersama. Apalagi materialnya dari besi, jangan sampai ada yang mencuri karena ini untuk kepentingan warga," ujarnya.
Diketahui, jembatan Gang Damai sebelumnya rusak akibat diterjang banjir pada 2024 sehingga akses utama masyarakat terputus. Kondisi tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah video sejumlah siswi SMP yang nekat berjalan di atas pipa air melintasi Sungai Deli demi berangkat ke sekolah viral di media sosial.
Peristiwa itu memicu perhatian berbagai pihak hingga akhirnya pembangunan jembatan dipercepat. Pada Senin (27/7/2026), jembatan baru resmi diresmikan dan kini kembali menjadi jalur penghubung utama antara Kecamatan Medan Polonia dan Kecamatan Medan Maimun.
Warga berharap keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, memperlancar akses pendidikan, serta menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.* (ds/dh)