JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) akan meluncurkan sistem yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi dan mengevaluasi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sistem tersebut direncanakan mulai dapat diakses pada pekan depan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan sistem ini disiapkan agar masyarakat, khususnya orang tua siswa, dapat memantau kualitas makanan yang disajikan kepada peserta Program MBG.
Baca Juga: Butuh Modal Usaha? KUR Mandiri 2026 Tawarkan Pinjaman Hingga Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan per Bulan Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari perbaikan tata kelola operasional program agar menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar memenuhi standar gizi.
"Kami akan umumkan di momen berikutnya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini. Kami harapkan minggu depan sudah bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa," ujar Sudaryono dalam konferensi pers, Senin, 27 Juli 2026.
Melalui platform tersebut, orang tua dapat memperoleh berbagai informasi terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah anaknya.
Informasi yang tersedia mencakup nama sekolah, menu makanan yang disajikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab, nama Kepala SPPG, hingga rincian kandungan gizi dari setiap menu.
Sudaryono menjelaskan bahwa akses informasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua siswa.
Guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, dinas terkait, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga dapat memanfaatkan sistem tersebut sebagai sarana pengawasan bersama.
"Jadi, pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi itu, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala daerah, dan dinas-dinas bisa mengakses informasi ini," katanya.
Selain menghadirkan sistem pengawasan menu, BGN juga berencana meningkatkan transparansi melalui pembaruan situs resminya.
Dalam pembaruan tersebut, masyarakat nantinya dapat melihat data jumlah SPPG yang beroperasi di setiap kecamatan dan kabupaten/kota, lengkap dengan jumlah penerima manfaat Program MBG di masing-masing wilayah.