JAKARTA – Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 22 Juli 2026.
Politikus Partai Gerindra yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu langsung memaparkan sejumlah langkah strategis untuk membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menyatakan akan memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan transparansi, memperketat pengawasan, serta memastikan program MBG berjalan sesuai sasaran.
Baca Juga: Satgas PRR Desak Pemda Aceh Segera Serap Dana Rp1,652 Triliun untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Berikut empat langkah utama yang menjadi fokus kepemimpinan Sudaryono di BGN.1. Digitalisasi Tata Kelola dan Transparansi Anggaran
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperbaiki sistem tata kelola anggaran dan operasional MBG melalui digitalisasi.
Menurut Sudaryono, sistem pencatatan yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan persoalan transparansi.
"Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual, bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya. Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang benderang," kata dia di Istana Negara, Rabu (22 Juli 2026).
Ia mengakui masih terdapat persoalan tata kelola dalam pelaksanaan program MBG yang perlu segera dibenahi.
"Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi, ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program," ungkapnya.2. Tetap Libatkan TNI dan Polri
Sudaryono juga memastikan unsur TNI dan Polri tetap dilibatkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut dia, pelibatan berbagai pihak dibutuhkan agar distribusi program berjalan efektif.
"Saya cek. Menurut saya begini. Intinya itu sama seperti di pertanian yang saya alami dulu. Melibatkan semua pihak," katanya saat ditemui wartawan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).