MEDAN – Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum bergelar Datuk Seri Amar Lela Cendekia, mengajak seluruh keluarga besar Melayu untuk memperkuat persatuan dan membangun kemandirian ekonomi serta pendidikan.
Menurutnya, MABMI perlu memobilisasi seluruh potensi Puak Melayu agar mampu mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan Prof. OK. Saidin saat menyampaikan pidato pada peringatan Milad ke-55 MABMI yang digelar di Balairung kediamannya di Jalan Silangge, Medan.
Baca Juga: 30 Persen Penduduk Indonesia Adalah Anak-anak, UGM Ungkap Akses Kesehatan dan Pendidikan Belum Merata Dalam pidato bertajuk "Merajut Kembali Puing-puing Peradaban Melayu yang Berserak", ia menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi masyarakat Melayu dengan berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
"Kita harus memobilisasi aset Puak Melayu melalui penguatan sumber ekonomi melalui prinsip Islam. Yakni zakat, infaq dan sodaqoh. Inilah sedikit sisa energi yang kita punyai hari ini," ujarnya.
Menurut OK. Saidin, penguatan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sektor pendidikan.
Kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kembali peradaban Melayu di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai masyarakat Melayu tidak lagi cukup hanya berfokus pada persoalan identitas, tetapi harus mulai membangun kesadaran bersama untuk memperkuat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
"Kita jangan lagi disibukkan untuk urusan pengukuhan jati diri yang bersifat individu, mari kita bangun kesadaran kolektif," serunya.
OK. Saidin mengatakan, dalam Anggaran Dasar MABMI telah ditegaskan bahwa Dewan Adat diisi oleh para Sultan sebagai penjaga adat, budaya, dan nilai-nilai Islam.