JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait laporan sejumlah organisasi wartawan ke Polda Metro Jaya atas pernyataannya yang menuai polemik. Hotman mengaku tidak merasa khawatir karena menilai ucapannya tidak ditujukan kepada organisasi atau lembaga tertentu.
Hotman menjelaskan, pernyataan yang menyebut kalimat "lu punya otak gak sih?" menurutnya merupakan respons kepada individu dalam sebuah percakapan, bukan bentuk penghinaan terhadap institusi pers maupun organisasi wartawan.
"Kalau saya seperti ini sekarang, ini contoh ya. 'Eh, lu punya otak nggak sih?' Yang saya hina siapa? Pribadi kan?" ujar Hotman saat ditemui di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Hotman Paris Bongkar Alasan Febrie Minta Dirinya Bertahan: "Belum Ada Pengganti yang Setara" Menurut Hotman, unsur penghinaan terhadap lembaga berbeda dengan pernyataan yang ditujukan kepada seseorang secara pribadi. Atas dasar itu, dia mengaku tidak memiliki kekhawatiran terhadap laporan yang dilayangkan kepadanya.
"Nothing to worry (tidak perlu dikhawatirkan)," kata Hotman.
Hotman juga membantah bahwa pernyataannya ditujukan kepada wartawan. Dia menyebut saat kejadian berlangsung, tidak semua orang yang berada di lokasi merupakan jurnalis.
Menurutnya, saat itu banyak orang yang hadir dalam sesi wawancara spontan atau doorstop, termasuk pihak dari lembaga swadaya masyarakat (LSM).
"Yang lainnya LSM. Ya itu LSM karena pas saya naik mobil, salaman, 'Dari mana?', 'LSM'," ujarnya.
Hotman kemudian menjelaskan konteks munculnya ucapan tersebut. Dia mengaku saat itu mendapatkan pertanyaan mengenai dugaan adanya "hidden agenda" atau agenda tersembunyi dalam sebuah institusi yang berkaitan dengan perkara mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Hotman mengatakan dirinya tidak mengetahui hal tersebut sehingga memberikan respons spontan terhadap pertanyaan yang menurutnya sulit dijawab.
"Yang namanya aja tersembunyi bagaimana gua tahu?" ucapnya.
Dia menilai kalimat yang dilontarkannya saat itu merupakan bentuk candaan spontan dalam suasana wawancara, bukan bermaksud merendahkan profesi wartawan.