JAKARTA – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, membocorkan sosok yang disebut bakal menggantikannya usai mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dalam pernyataannya, Nanik menyebut calon penggantinya merupakan sosok yang sudah dianggap sebagai "adik" dan diyakini mampu melanjutkan pembenahan di tubuh BGN.
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026), bersamaan dengan kabar keberangkatannya ke luar negeri untuk menjalani pengobatan jantung.
"Insyaallah pengganti saya adalah 'adik saya', di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," tulis Nanik.
Baca Juga: Nanik S. Deyang Tinggalkan Kursi Kepala BGN, Jejak Reformasi dan Alasan Mundurnya Jadi Sorotan Nanik menegaskan, keputusannya mundur sebagai Kepala BGN telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan disetujui karena kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di luar negeri.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa dirinya berobat ke luar negeri karena tidak percaya pada tenaga medis Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut semata-mata untuk mendapatkan second opinion atas penyakit jantung yang dideritanya.
Sejumlah sumber dari lingkungan Istana dan DPR RI kemudian menyebut nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai kandidat kuat yang berpeluang mengisi kursi Kepala BGN.
Nama Sudaryono dinilai memiliki keterkaitan erat dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, ia aktif mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan guna mendukung kebutuhan bahan baku program tersebut.
Pada awal 2025, Sudaryono pernah mengungkap arahan Presiden Prabowo agar menu susu menjadi bagian dari MBG. Saat itu, ia juga menargetkan pengadaan sekitar 200 ribu sapi perah guna memenuhi kebutuhan susu nasional.
Selain itu, Sudaryono menyebut program MBG telah memberikan dampak positif terhadap penyerapan hasil pertanian dan meningkatkan permintaan berbagai komoditas seperti sayuran hingga produk susu, sehingga ikut menggerakkan perekonomian petani dan peternak.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait siapa yang akan ditunjuk sebagai Kepala BGN definitif menggantikan Nanik S. Deyang. Pihak Istana maupun BGN juga belum memberikan konfirmasi mengenai nama yang akan mengisi posisi tersebut.* (d/dh)