JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji perubahan skema penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah menghentikan pemberian bantuan kepada siswa yang berasal dari keluarga kelompok ekonomi desil 8 hingga 10.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan pembahasan mengenai perubahan skema tersebut masih berlangsung. Pemerintah belum mengambil keputusan final terkait kelompok penerima manfaat program MBG ke depan.
"Itu masih kita kaji lagi. Memang sudah ada wacana ke sana, tapi masih kita kaji lagi," ujar Trenggono kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Usulan Anak Keluarga Mampu Tak Dapat MBG Dikritik, DPR Soroti Potensi Kecemburuan di Sekolah Menurutnya, BGN belum dapat memastikan apakah program MBG nantinya hanya akan menyasar siswa dari keluarga desil 1 hingga 7. Seluruh mekanisme masih dibahas secara menyeluruh sebelum diputuskan pemerintah.
"Nanti hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai," katanya.
Selain itu, BGN juga masih membahas mekanisme penyaluran bantuan, termasuk apakah penentuan penerima akan dilakukan berdasarkan sekolah, kelas, atau menggunakan skema lainnya.
Trenggono menyebut proses evaluasi ditargetkan rampung dalam waktu paling lama satu bulan. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan kebijakan baru terkait sasaran penerima MBG.
"Yang jelas penerima manfaat itu adalah prioritas, jadi apanya disesuaikan nanti ya," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan bahwa siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan pada kelompok desil 8, 9, dan 10 berpotensi tidak lagi menjadi penerima Program Makan Bergizi Gratis.
Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (15/7/2026). Dalam rapat itu, pemerintah membahas penajaman sasaran program agar bantuan lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
"Untuk mereka yang katakanlah ada di desil 8, 9, 10 yang mapan, kaya, kaya sekali, itu memang tidak akan diberikan lagi," kata Agustina.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah berharap evaluasi penerima manfaat dapat membuat pelaksanaan program lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.* (dw/dh)