MEDAN – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Sumatera Utara, mulai berangsur terurai setelah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah.
Upaya percepatan distribusi dilakukan dengan menambah sekitar 35 persen armada mobil tangki beserta awaknya. Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penyaluran melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengatakan peningkatan distribusi tersebut membuat penyaluran BBM ke SPBU mencapai 120 hingga 125 persen dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Bobby Desak Pertamina Atasi Antrean BBM di Sumut: Masyarakat Butuh Minyak, Bukan Alasan Menurutnya, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group saat ini berjalan normal dan terus dioptimalkan selama 24 jam guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Pada periode 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari.
"Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi," ujar Sunardi dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman. Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Solar dan Pertalite.
Ia mengatakan peningkatan suplai hingga 120-125 persen merupakan langkah percepatan agar pelayanan di SPBU segera kembali normal.
"Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat," kata Wahyudi.
Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026) sore, antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan mulai berkurang signifikan.
"Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," ujarnya.
Di sisi lain, BPH Migas menegaskan antrean yang sempat terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota BBM.