MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi perbedaan penjelasan antara Pemerintah Provinsi Sumut dan PT Pertamina terkait penyebab antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara. Bobby meminta persoalan tersebut tidak lagi diperdebatkan dan meminta Pertamina fokus memastikan distribusi BBM kembali normal.
Menurut Bobby, masyarakat saat ini tidak membutuhkan banyak penjelasan mengenai penyebab antrean, melainkan kepastian ketersediaan BBM di SPBU.
"Sudahlah, tidak usah dipermasalahkan. Yang penting Pertamina, masyarakat butuh minyak, itu saja. Jangan bertele-tele kebanyakan narasi dan alasan. Penuhi saja minyaknya, selesai. Mau alasan apa pun, masyarakat sebenarnya tidak mau tahu, yang penting minyaknya ada," kata Bobby kepada wartawan di Kabupaten Nias Selatan, Jumat (17/7/2026) malam.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 18 Juli 2026 di Seluruh Indonesia Sebelumnya, muncul perbedaan keterangan mengenai penyebab antrean BBM yang terjadi di Sumatera Utara selama beberapa hari terakhir.
Pihak Pertamina menjelaskan antrean dipicu meningkatnya konsumsi BBM masyarakat setelah masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan distribusi meningkat sehingga diperlukan penyesuaian kapasitas angkutan serta penambahan perjalanan mobil tangki.
Namun Bobby menyampaikan informasi yang diterimanya berbeda. Ia menyebut distribusi BBM sempat terganggu akibat adanya pemberhentian massal sopir mobil tangki yang bertugas mengangkut BBM ke berbagai SPBU di Sumatera Utara.
Bobby bahkan mengaku informasi tersebut diperoleh langsung melalui komunikasi dengan pihak Pertamina. Ia pun mempertanyakan munculnya perbedaan penjelasan kepada publik.
"Saya baca juga ini beda pendapat katanya. Kalau memang beda, nanti saya buka chat-nya. Kita ini pemerintah, ada komunikasi yang bisa kita lakukan. Kalau mereka bilang berbeda, tidak sesuai dengan apa yang kita sampaikan," ujarnya.
Meski demikian, Bobby menegaskan tidak ingin memperpanjang polemik mengenai penyebab antrean tersebut. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan distribusi BBM kembali berjalan lancar sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri sejak Selasa (14/7/2026).
Langkah itu dilakukan dengan menyiapkan personel pengemudi sementara serta pengamanan distribusi BBM guna mengatasi hambatan pengiriman ke SPBU yang terjadi akibat kekurangan sopir mobil tangki.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina juga dengan TNI-Polri. Kami dari pemerintah juga sudah menyiapkan driver dan tim pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver, yang hari ini belum selesai perekrutannya," ujar Bobby.