JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indonesia tengah menunjukkan kebangkitan melalui kekuatan dan kemampuan sendiri dalam berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo mengatakan para pendiri bangsa sejak dahulu telah mengajarkan pentingnya berdiri di atas kemampuan sendiri. Ia menilai Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam membangun masa depan bangsa.
Baca Juga: Prabowo Optimistis Ekonomi RI Lampaui Jepang, Inggris, hingga Prancis pada 2050 "Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," ujar Prabowo.
Menurut Kepala Negara, sejarah menunjukkan kekayaan alam Indonesia telah lama menjadi incaran bangsa lain. Karena itu, Indonesia harus mampu menjaga dan mengelola sumber daya nasional demi kesejahteraan rakyat.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan kekayaan bangsa dimanfaatkan pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan. Ia menilai kekompakan menjadi modal utama dalam menjaga kedaulatan sekaligus menguasai kembali potensi kekayaan nasional.
"Kita akan menghadapi berbagai tantangan, tetapi itu adalah risiko perjuangan. Kemerdekaan bangsa ini diraih melalui pengorbanan besar, sehingga harus dijaga bersama," katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tetap mengedepankan hubungan baik dengan seluruh negara. Pemerintah, kata dia, tidak memiliki keinginan untuk memusuhi negara mana pun, tetapi tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Selain menyoroti semangat persatuan, Prabowo kembali mengingatkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pejabat maupun aparatur yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat.
Menurutnya, setiap penyelenggara negara yang digaji dari uang rakyat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan justru merugikan negara.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan memperketat penindakan terhadap berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyelundupan, pertambangan tanpa izin, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga praktik perdagangan yang melanggar hukum.