JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu sekitar satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji berbagai alternatif pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut dilakukan menyusul adanya usulan perubahan skema, termasuk kemungkinan melibatkan kantin sekolah dalam program tersebut.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden membuka ruang bagi berbagai opsi pelaksanaan MBG selama kajian dilakukan secara matang. Menurutnya, setiap alternatif perlu dipelajari sebelum pemerintah mengambil keputusan.
"Menurut Perpres Nomor 115, skema pelaksanaannya hanya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tetapi Bapak Presiden mengatakan silakan dikaji kalau ada alternatif lain," ujar Agustina usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutipKamis (16/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Puji Bos Inpex Berbahasa Indonesia: Tak Semua CEO Asing Peduli dengan Bahasa RI Agustina menjelaskan, BGN saat ini akan menelaah berbagai kemungkinan skema yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan MBG. Hasil kajian tersebut nantinya akan disampaikan kembali kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin hanya terpaku pada satu pola pelaksanaan, melainkan memastikan skema yang dipilih dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya. Setiap pilihan kebijakan harus dikaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Kepala negara memberikan waktu kurang lebih satu bulan untuk melakukan penyempurnaan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Agustina menyebut Presiden ingin proses evaluasi berjalan secara hati-hati dan tidak dilakukan secara terburu-buru agar kebijakan yang diambil dapat menjadi solusi terbaik bagi keberlanjutan program MBG.* (ds/dh)