SUKABUMI – Menembus hutan hujan tropis di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan mengarungi derasnya Sungai Cicatih hingga bermuara di Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, menjadi pengalaman berharga bagi peserta Ekspedisi Cicatih Elpala.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 itu tidak hanya menghadirkan petualangan alam, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ekspedisi tersebut digagas Rumah Elpala bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi pencinta alam.
Baca Juga: Brigade Kartini AMPI Binjai Bagikan Ribuan Porsi Makanan Lewat Program Jumat Berkah Program ini memadukan kegiatan petualangan, konservasi, pendidikan karakter, hingga produksi film dokumenter.
Selama berada di lapangan, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam bertahan hidup dan mengarungi sungai.
Mereka juga belajar membangun kerja sama tim, bertanggung jawab terhadap kelompok, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.
Pendiri Elpala, Dar Edi Yoga, mengatakan keberhasilan sebuah ekspedisi tidak diukur dari seberapa jauh perjalanan ditempuh, melainkan dari nilai-nilai yang diperoleh peserta selama menjalani proses tersebut.
"Nilai utama dari sebuah ekspedisi bukan hanya mencapai tujuan akhir, tetapi bagaimana proses itu mengajarkan kebersamaan, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Menurut Dar, alam merupakan ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung dan tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh proses pembelajaran di dalam kelas.
Berbagai tantangan di alam mengajarkan peserta untuk mengambil keputusan, memimpin tim, mengelola risiko, serta membangun rasa saling percaya.
Pelaksanaan ekspedisi mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya organisasi pencinta alam Wanadri yang memberikan pendampingan teknis serta menyediakan perahu karet dan kano, komunitas Boogie, Pickup Mini Bus Community (PMBC), Kementerian Kehutanan melalui pemberian izin akses kawasan konservasi, hingga Korem Surya Kencana yang mendukung kelancaran kegiatan.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pertahanan.