MEDAN – Hujan yang mengguyur kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 pada Sabtu (11/7/2026) malam tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menikmati rangkaian hiburan yang disajikan.
Memasuki hari kedelapan penyelenggaraan, sekitar 10 ribu pengunjung tetap memadati area PRSU hingga acara berakhir demi menyaksikan penampilan Raim Laode dan Nufix di Panggung Utama.
Meski hujan turun cukup deras, suasana di lokasi tetap meriah.
Baca Juga: Dunia Hiburan Indonesia Berduka, Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Ribuan penonton bertahan di depan panggung, bernyanyi bersama, mengabadikan momen dengan telepon genggam, dan menikmati setiap lagu yang dibawakan kedua musisi tersebut.
Antusiasme pengunjung yang tidak surut di tengah cuaca kurang bersahabat menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam gelaran PRSU 2026.
Usai tampil, Raim Laode mengaku terkesan melihat semangat masyarakat Medan yang tetap hadir dan memenuhi area konser meski diguyur hujan.
"Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan, mau ada hujan badai, kalau ingin berjumpa dia maju paling depan. Dan saya sudah rasakan malam hari ini, hujan badai tetap kita senang-senang," ujar Raim Laode, Sabtu malam (11/7/2026).
Kemeriahan PRSU 2026 tidak hanya datang dari panggung musik.
Sejumlah peserta Lomba Dance Kontemporer juga menikmati suasana setelah mengikuti kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kelompok tari asal Kabupaten Padang Lawas.
Mereka menempuh perjalanan sekitar 12 jam menuju Kota Medan demi mengikuti perlombaan sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat.
Perwakilan kelompok tari mengungkapkan perjuangan mereka bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga keterbatasan fasilitas latihan di daerah asal.