JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari sejumlah media internasional yang menyoroti dugaan korupsi, efektivitas penggunaan anggaran, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat dalam pelaksanaan program tersebut.
Sorotan tersebut muncul seiring berkembangnya penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam pengadaan program MBG.Media Asing Soroti Program MBGMedia internasional Al Jazeera yang berbasis di Doha, Qatar, menyebut kasus dugaan korupsi dalam program MBG sebagai salah satu dugaan skandal korupsi terbesar yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, South China Morning Post (SCMP) yang berbasis di Hong Kong melaporkan bahwa penyelidikan kini berkembang tidak hanya menyasar pejabat Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga melibatkan seorang anggota aktif kepolisian dan seorang perwira militer yang diduga memiliki keterkaitan dengan proses pengadaan program tersebut.
Baca Juga: Polisi Bongkar 12 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara-Asabri, Emas hingga Uang Asing Disita Program Prioritas PemerintahProgram Makan Bergizi Gratis mulai dijalankan pada Januari 2025 sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi anak-anak, memperbaiki konsentrasi belajar siswa, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah membangun hampir 28 ribu dapur di berbagai wilayah Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari.
Angka Stunting Menurun, Tantangan Masih BesarBerdasarkan data Bank Dunia yang dikutip Al Jazeera, prevalensi stunting di Indonesia dalam satu dekade terakhir berhasil turun hingga berada di kisaran 20 persen.
Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi, terutama di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur yang hingga kini masih menghadapi persoalan akses pangan dan layanan kesehatan.
Penyelidikan Dugaan Korupsi Terus BerkembangKasus dugaan korupsi dalam program MBG mencuat setelah aparat menangkap Kepala Badan Gizi Nasional beserta dua wakilnya pada awal Juni 2026.
Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan proyek pengadaan dengan nilai mencapai sekitar 56 juta dolar Amerika Serikat.
Seiring berjalannya penyelidikan, aparat terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Mengutip laporan SCMP, penyidik saat ini memeriksa sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang anggota aktif kepolisian dan seorang perwira militer yang diduga berkaitan dengan proses pengadaan dalam program tersebut.