JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya banyak mengadopsi kebijakan yang diterapkan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Bahkan, Prabowo berkelakar telah mendapat izin langsung dari Modi sehingga tidak bisa dituntut karena meniru berbagai kebijakan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara komunitas India di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku telah lama mengagumi sosok Narendra Modi, bahkan sejak dirinya belum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Bangun Bandara Antariksa di Biak, Target Peluncuran Satelit Mulai 2027 "Rekan dekat serta kolega saya akan bersaksi bahwa saya adalah seorang pengagum besar Narendra Modi. Ini bukan sekadar kata-kata manis," ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menceritakan bahwa sebelum menjadi presiden, dirinya mempelajari berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah India di bawah kepemimpinan Modi. Menurutnya, sejumlah program tersebut menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan di Indonesia.
Ia pun menyampaikan candaan yang mengundang tawa para tamu undangan terkait kebiasaannya mengadopsi berbagai kebijakan India.
"Karena tidak ada hak cipta, saya meniru banyak kebijakannya. Tetapi Perdana Menteri Modi dengan murah hati mengizinkan saya untuk meniru kebijakannya, jadi saya tidak dapat dituntut di pengadilan mana pun," kata Prabowo disambut gelak tawa hadirin.
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia memiliki banyak hal yang bisa dipelajari dari pengalaman India dalam membangun negara.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan India tidak hanya didasarkan pada kerja sama ekonomi maupun diplomatik, tetapi juga memiliki ikatan sejarah, budaya, dan peradaban yang telah terjalin selama ratusan tahun.
"Yang penting adalah masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India. Peradaban dan budaya kami selama ratusan tahun sangat dipengaruhi oleh peradaban India," ujarnya.
Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia kali ini menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis kedua negara, termasuk kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, budaya, hingga pelestarian warisan sejarah.* (d/dh)