GAYO LUES – Perjuangan para prajurit TNI membuka akses bagi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh mendapat perhatian.
Dengan medan yang sulit dan penuh tantangan, prajurit TNI harus bekerja keras mengangkut material pembangunan jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.
Dalam proses pembangunan tersebut, para prajurit bahkan sempat terjatuh dan jungkir balik saat membawa material menggunakan kendaraan roda dua karena kondisi medan yang ekstrem.
Baca Juga: Herry Dahana: Indonesia Emas 2045 Tidak Cukup dengan Slogan, Butuh Kerja Nyata dan Pemerintahan Bersih Aksi tersebut dilakukan oleh personel Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues bersama prajurit Yon TP 855/Raksaka Dharma pada Selasa (7/7/2026).
Lokasi pembangunan jembatan tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat.
Kondisi jalan yang sulit membuat para prajurit harus memikul material secara manual dengan berjalan kaki menuju titik pembangunan.
Selain itu, kendaraan motor trail dinas TNI juga digunakan untuk menerobos medan berat, termasuk melewati kawasan sungai dengan arus yang cukup deras.
Komandan Kodim (Dandim) 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, mengatakan pembangunan jembatan gantung sepanjang 70 meter tersebut dilakukan bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.
"Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman dan mudah menuju dusun serta jalan menuju area pemakaman," ujar Letkol Fran, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, sebelum pembangunan jembatan dilakukan, masyarakat Desa Bustanussalam harus menghadapi risiko besar ketika menyeberangi sungai yang memiliki arus deras.