JAKARTA – Target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 tidak bisa hanya diwujudkan melalui optimisme atau sekadar slogan pembangunan.
Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, pemerintahan yang bersih, serta kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota Dewan Pembina PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Herry Dahana, melalui tulisannya berjudul Indonesia Emas 2045: Saatnya Optimisme Dibuktikan dengan Kerja Nyata yang dipublikasikan pada Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Samuel Silaen: Negara Harus Dikelola dengan Meritokrasi, Bukan Kepentingan Politik Menurut Herry, Indonesia saat ini berada dalam fase penting menuju transformasi besar bangsa.
Di tengah perubahan global yang semakin cepat, Indonesia harus mampu memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun tata kelola pemerintahan yang efektif.
Ia menilai kekayaan alam yang dimiliki Indonesia bukan menjadi jaminan otomatis sebuah negara dapat mencapai kemajuan.
Menurutnya, faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan adalah kualitas kepemimpinan dan kemampuan pemerintah dalam mengelola negara.
"Tidak ada bangsa yang menjadi maju hanya karena memiliki kekayaan alam. Bangsa besar lahir dari kepemimpinan yang berani mengambil keputusan, pemerintahan yang bersih, serta kemampuan membangun kepercayaan rakyat. Indonesia kini berada pada momentum sejarah tersebut," ujar Herry.
Mantan Deputi Politik dan Strategi Wantannas RI itu mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan global yang cukup besar, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, persaingan geopolitik, perkembangan teknologi, hingga ancaman krisis pangan dan energi.
Karena itu, menurut Herry, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan mampu memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Herry menilai sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan dan energi, pembangunan sumber daya manusia, serta percepatan investasi merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi menuju negara maju.
Menurutnya, sebuah kebijakan akan mendapatkan dukungan masyarakat apabila manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.