JAKARTA – Di tengah berbagai upaya reformasi dan peningkatan profesionalisme yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hasil survei internasional terbaru menunjukkan masih tingginya persepsi masyarakat terhadap praktik korupsi di tubuh kepolisian.
Berdasarkan Police Corruption Perceptions Index 2026 yang dirilis IndexMundi Global Surveys, Indonesia menempati peringkat ke-18 dunia sebagai negara dengan tingkat persepsi korupsi di institusi kepolisian yang tinggi.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi pertama.
Baca Juga: Gubernur Aceh Surati Presiden Prabowo soal Blok Andaman, Minta Revisi Skema Pengelolaan dan Bagi Hasil Migas Dalam survei yang melibatkan 100 negara tersebut, Indonesia memperoleh skor 7,56.
Semakin tinggi skor yang diperoleh suatu negara, semakin tinggi pula persepsi masyarakat bahwa institusi kepolisiannya koruptif.
Posisi pertama secara global ditempati Honduras dengan skor 8,32, disusul Paraguay (8,08), Venezuela (8,05), Uganda (8,05), dan Guatemala (8,00).
Sementara itu, Denmark berada di posisi ke-100 atau terakhir dengan skor 1,86, sehingga dipersepsikan sebagai negara dengan institusi kepolisian paling bersih dalam survei tersebut.
Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia mencatat skor tertinggi dibanding negara-negara tetangga.
Berikut daftar skor persepsi korupsi kepolisian di kawasan ASEAN:
Indonesia: 7,56Thailand: 7,40Filipina: 7,12Malaysia: 7,11Kamboja: 6,97Vietnam: 6,85Singapura: 2,10
Dari daftar tersebut, Singapura menjadi negara dengan persepsi kepolisian paling bersih di kawasan.