JAYAPURA – TNI akan memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah rawan di Papua dengan menambah penempatan aparat keamanan. Langkah ini diambil setelah insiden penembakan yang menewaskan pilot maskapai AMA, Nicholas Goselin, di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan lokasi penembakan pilot tersebut memang belum memiliki pos aparat keamanan. Pos terdekat berada sekitar 40 kilometer dari lokasi kejadian dengan kondisi geografis pegunungan yang sulit dijangkau.
"Memang benar di Balinggama yang menjadi tempat kejadian perkara penembakan pilot Nicholas Goselin tidak ada pos keamanan," ujar Lucky di Jayapura, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Polda Lampung Bongkar Penyelundupan 5 Kg Sabu di Bakauheni, Oknum Brimob dan TNI AL Diamankan Menurut Lucky, kondisi serupa juga terjadi saat penyerangan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Februari lalu yang menewaskan dua kru pesawat.
Atas kondisi tersebut, TNI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di wilayah-wilayah yang belum memiliki pos aparat keamanan, terutama di daerah yang menjadi jalur pelayanan penerbangan perintis.
"Kami sudah menyampaikan kepada Uskup Jayapura Yanuarius You, mungkin bisa berkolaborasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang membutuhkan penambahan dan penebalan aparat keamanan," kata Lucky.
Ia menjelaskan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan mampu memetakan daerah-daerah yang membutuhkan penguatan pengamanan sehingga pelayanan kepada masyarakat di wilayah terpencil tetap berjalan dengan aman.
Menurutnya, penempatan personel tambahan bukan hanya bertujuan meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menjamin kelancaran aktivitas penerbangan yang menjadi akses utama di sejumlah daerah pedalaman Papua.
"Penempatan aparat keamanan di titik-titik tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan," ujarnya.
Sebelumnya, personel Koops TNI Habema telah mengevakuasi jenazah pilot maskapai AMA, Nicholas Goselin, pada Jumat (3/7/2026). Pilot tersebut meninggal dunia setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) sesaat usai mendaratkan pesawat Pilatus Porter di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Insiden tersebut kembali menjadi perhatian aparat keamanan dalam mengevaluasi sistem pengamanan di wilayah-wilayah rawan konflik, khususnya yang menjadi jalur transportasi udara bagi masyarakat di pedalaman Papua.* (mt/dh)