JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski muncul desakan agar program tersebut dihentikan.
Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
"Saya kira sudah bukan rahasia lagi bahwa pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil!" kata Hashim.
Baca Juga: Bakom RI: Kasus Dugaan Korupsi MBG Buktikan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu Menurut adik Presiden Prabowo Subianto itu, pemerintah tetap akan menjalankan program tersebut karena merupakan salah satu komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat.
Hashim juga menyinggung adanya dugaan penyimpangan yang dinilai sengaja dilakukan untuk merusak citra Program Makan Bergizi Gratis.
Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak akan mengubah komitmen pemerintah dalam menjalankan program tersebut.
Pemerintah, kata dia, tetap berupaya memastikan anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan memperoleh makanan bergizi melalui program tersebut.
"Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto, tidak akan berhenti. Akan dilanjutkan," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hashim juga menekankan pentingnya peran organisasi Srikandi Jaga Desa dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah hingga tingkat desa.
Ia berharap para anggota Srikandi Jaga Desa dapat berperan aktif memberikan pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap program-program pemerintah agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.
"Itu adalah tugas mulia yang diberikan kepada ibu-ibu Srikandi Jaga Desa: pengawasan, pembinaan, dan pendampingan," ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta ibu hamil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.* (km/ad)