TANAH DATAR – Pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu fokus utama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam fase pemulihan permanen.
Program ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan kepastian bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan setelah terdampak bencana.
Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, percepatan pembangunan huntap mulai menunjukkan hasil.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 1 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan Hingga saat ini, sebanyak 60 unit hunian tetap telah selesai dibangun dan sudah ditempati masyarakat.
Sementara itu, pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan juga terus dikebut.
Kawasan tersebut akan menambah 79 unit hunian tetap yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.
Bagi para penyintas, rumah baru yang mereka tempati bukan sekadar bangunan.
Huntap menjadi simbol harapan sekaligus awal kehidupan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
"Rumah ini nyaman, fasilitas juga sudah lengkap. Kami merasa terbantu karena setelah bencana akhirnya memiliki tempat tinggal yang lebih aman," ujar salah seorang penyintas, Dedi Burzal, saat ditemui, Senin (29/6/2026).
Selain membangun hunian tetap, pemerintah juga mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.
Hingga 2026, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp897 miliar untuk mendukung rehabilitasi di Kabupaten Tanah Datar.
Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, jaringan irigasi, saluran air, sarana pendukung, serta berbagai infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.