JAKARTA – Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
Pernyataan itu disampaikan Bahtra saat menanggapi hasil survei nasional terbaru Pusat Polling (Puspoll) Indonesia di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Bahtra, salah satu dampak yang kerap luput dari perhatian publik adalah besarnya penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan melalui operasional dapur MBG di berbagai daerah.
Baca Juga: Rico Waas Tegaskan Komitmen Perluas Lapangan Kerja, Pemko Medan Siapkan Walk-in Interview hingga Peluang Kerja ke Jepang "Kalau kita lihat ya sebetulnya ada yang luput dari MBG ini, kalau misalnya kita hitung 27 ribu dapur yang sudah beroperasi itu kurang lebih hampir 1,3 juta lapangan pekerjaan yang dibuka oleh Pak Prabowo," ujar Bahtra.
Ia menjelaskan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan sekitar 50 orang tenaga kerja agar dapat beroperasi setiap hari.
"Setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG ya. Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27.000 artinya kan ada hampir 1,3 juta orang yang diciptakan lapangan pekerjaan itu berasal dari satu sektor saja terkait soal MBG ini," jelasnya.
Bahtra menilai besarnya penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program MBG memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan hasil survei Puspoll menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap program tersebut cukup tinggi.
"Artinya program MBG yang banyak dikritik publik hari ini ternyata berdasarkan hasil survei di bulan Mei dampaknya sangat tinggi dan masyarakat cukup puas dengan adanya program ini," tegasnya.
Menurut Bahtra, hasil survei tersebut juga membantah anggapan yang selama ini berkembang bahwa program MBG memiliki manfaat yang kecil atau layak dihentikan.
"Berarti kalau begitu itu tidak sesuai dengan framing publik yang kita lihat hari ini yang sangat masif bahwa MBG harus diberhentikan, MBG apa namanya manfaatnya sangat kecil bagi rakyat banyak. Tetapi hasil survei menunjukkan justru ini yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintahan Presiden Prabowo," tutup Bahtra.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui pemberdayaan dapur pelayanan gizi, petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.* (kp/ad)