JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (22/6/2026). Aksi yang mengusung tema "Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran" tersebut diperkirakan diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai daerah.
Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyullah Cokro, mengatakan aksi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
"Hari ini PB PMII akan turun aksi, rencananya di depan Gedung DPR/MPR RI," ujar Shofiyullah.
Baca Juga: BGN Persilakan Kejagung Usut 41 Nama yang Disebut dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG Massa aksi dijadwalkan memulai kegiatan pada pukul 14.00 WIB. Sebelum bergerak menuju kawasan Senayan, peserta terlebih dahulu berkumpul di Sekretariat PB PMII di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Awalnya, aksi direncanakan berlangsung di kawasan Patung Kuda, Monas. Namun panitia memutuskan memindahkan lokasi demonstrasi ke Gedung DPR RI dengan pertimbangan menjaga kondusivitas situasi.
"Kami memindahkan titik aksi ke Gedung DPR RI. Nantinya peserta akan melakukan long march dari kawasan Gelora Bung Karno menuju Senayan," katanya.
Dalam aksi tersebut, PB PMII membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, menegakkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 secara berdaulat. Kedua, mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Ketiga, memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Keempat, melakukan reshuffle kabinet dan penataan struktur pemerintahan berdasarkan kompetensi serta otoritas. Kelima, melakukan evaluasi terhadap Badan Gizi Nasional (BGN), membubarkan KDMP, serta meningkatkan kesejahteraan guru.
Tak hanya digelar di Jakarta, aksi serupa juga akan berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia pada 22 hingga 24 Juni 2026. PB PMII menyebut terdapat sekitar 300 titik aksi yang akan menjadi bagian dari gerakan nasional tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian telah menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi jalannya demonstrasi. Sebanyak 3.761 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran diterjunkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan DPR RI dan Senayan selama aksi berlangsung guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang berpotensi terjadi akibat konsentrasi massa.*
(k/dh)