PEKALONGAN – TNI Angkatan Darat (AD) terus memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembentukan Kompi Produksi di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu daerah yang menjadi lokasi pengembangan program tersebut adalah Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Pembentukan Kompi Produksi bertujuan meningkatkan ketahanan wilayah sekaligus memperkuat sektor pangan melalui pengembangan kemampuan personel di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Baca Juga: Rp497 Miliar Sudah Digelontorkan, Lapangan Merdeka Medan Belum Juga Rampung Direktur Sistem dan Metode Pusat Teritorial Angkatan Darat, Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, mengatakan personel yang tergabung dalam Kompi Produksi akan mendapatkan pelatihan khusus agar mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.
"Mereka (personel) dilatih kemampuan pertanian, perikanan, dan peternakan sehingga mampu menciptakan kondisi ketahanan pangan yang kuat dan proporsional," ujar Antoninho saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis Kompi Produksi di Pekalongan.
Menurut Antoninho, kemampuan tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pangan pada kondisi normal, tetapi juga untuk menghadapi berbagai situasi darurat yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan masyarakat.
Ia menjelaskan, pengembangan Kompi Produksi akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Di Kota Pekalongan, misalnya, sektor perikanan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, termasuk melalui budidaya berbasis sistem biosalin.
Selain sektor perikanan, bidang pertanian juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.
Karena itu, seluruh kegiatan akan diarahkan agar selaras dengan karakteristik dan sumber daya yang dimiliki daerah setempat.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyambut baik pelaksanaan program Kompi Produksi yang digagas TNI AD.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.