JAKARTA - Rencana pemanfaatan ribuan motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menumpuk di gudang mendapat sorotan baru.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menghibahkan kendaraan tersebut kepada guru honorer di berbagai daerah.
Langkah ini muncul setelah pengadaan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai kritik dan kini menjadi bagian dari evaluasi, termasuk setelah sejumlah pejabat BGN tersangkut dugaan kasus korupsi.
Baca Juga: DPR hingga Kemenkeu Jadi Lokasi Demo Mahasiswa Hari Ini, 4.263 Personel Disiagakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyatakan mendukung wacana hibah tersebut.
Menurut dia, langkah itu dapat menjadi solusi agar aset negara yang sudah terlanjur dibeli tidak terbengkalai.
"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut," ujar Yahya, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, Yahya tetap menyoroti sejak awal pengadaan motor listrik tersebut dinilai tidak sesuai kebutuhan operasional SPPG.
Ia menilai aktivitas dapur MBG tidak memerlukan mobilitas tinggi.
"Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja," kata Yahya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut motor listrik dan berbagai perangkat lain yang telah dibeli pada 2025 harus dimaksimalkan penggunaannya.
Ia menegaskan seluruh pengadaan berbasis APBN tidak boleh dibiarkan tidak terpakai.
"Iya. Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan," ujar Agustina usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (15/6/2026).