JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih terdapat puluhan sekolah di Sumatera yang terpaksa menumpang di sekolah lain akibat kerusakan bangunan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurut Tito, terdapat sekitar 34 sekolah yang hingga kini belum dapat beroperasi secara normal dan masih menggunakan fasilitas pendidikan lain sebagai tempat belajar sementara. Sebagian besar sekolah tersebut berada di wilayah Aceh.
Baca Juga: Pemprov Sumut Minta Daerah Percepat Tender BKP 2026, Peluang Dapat Dana Tahap II Lebih Besar "Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain, jumlahnya sekitar 34 sekolah, terutama di Aceh. Artinya masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan," ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat bahkan hancur total akibat diterjang banjir dan longsor. Karena kondisi lokasi yang dinilai tidak lagi aman, pemerintah mempertimbangkan relokasi sebagai solusi jangka panjang.
Tito menuturkan proses relokasi diperlukan agar sekolah dapat dibangun kembali di kawasan yang lebih aman dan layak untuk kegiatan belajar mengajar.
"Ada yang saat ini belajar di tenda karena sekolahnya hancur terbawa longsor atau arus banjir. Jika dibangun kembali di lokasi yang sama, dikhawatirkan akan menimbulkan risiko yang sama sehingga perlu direlokasi," katanya.
Meski demikian, pemerintah memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan. Tito menyebut proses belajar mengajar di wilayah terdampak kini telah kembali berlangsung secara penuh meskipun sebagian masih menggunakan fasilitas sementara.
"Di bidang pembelajaran sudah berjalan 100 persen. Dari total 4.922 sekolah yang terdampak, proses perbaikan terus dilakukan melalui kerja sama dengan kontraktor yang ditunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," jelasnya.
Selain sektor pendidikan, pemerintah juga melaporkan perkembangan pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera. Tito menyebut akses jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terdampak kini telah kembali berfungsi sepenuhnya.
Menurutnya, seluruh jalur nasional sudah dapat digunakan masyarakat sehingga mobilitas dan distribusi logistik berjalan normal kembali.
"Jalan nasional sudah relatif 100 persen fungsional, begitu juga dengan jembatan nasional," ujarnya.