JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pemanfaatan motor listrik yang sebelumnya dianggarkan untuk mendukung operasional program tersebut.
Menurut Irma, motor listrik yang telah dibeli menggunakan anggaran negara sebaiknya dijual kembali apabila keberadaannya tidak lagi dibutuhkan dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Motor listrik dimanfaatkan untuk apa? Mubazir saja menurut saya. Lebih baik dijual lagi karena rata-rata kepala SPPG sudah memiliki kendaraan sendiri," kata Irma kepada wartawan, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp635,9 Triliun untuk 8 Program Prioritas Nasional 2027, Pendidikan Dapat Jatah Terbesar Selain menyoroti penggunaan aset, Irma juga meminta BGN menyesuaikan besaran insentif bagi SPPG berdasarkan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Menurut dia, beban kerja setiap SPPG berbeda sehingga tidak tepat jika seluruhnya menerima insentif dengan nominal yang sama.
"SPPG yang mendistribusikan makanan untuk 3.000 penerima tentu berbeda dengan yang melayani 2.500 atau 2.000 penerima. Insentifnya harus disesuaikan," ujarnya.
Irma juga mengusulkan agar program MBG lebih difokuskan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan bantuan gizi.
Ia menilai peserta didik di sekolah-sekolah elite tidak perlu menjadi sasaran utama program tersebut.
Menurut dia, program MBG sebaiknya diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau tinggal di daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.
"Siswa di sekolah elite tidak perlu mendapatkan MBG. Tetapi siswa yang berada di wilayah miskin tetap perlu mendapat dukungan karena program ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh mereka," katanya.
Selain itu, Irma meminta BGN mengevaluasi izin operasional sejumlah SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan.
Ia menyoroti masih adanya dapur MBG yang beroperasi di bangunan sempit dan sulit dikembangkan.