BOGOR— Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ke Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 17 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Haji dijadwalkan melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2026, termasuk sekitar 20 poin perbaikan yang telah disiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pertemuan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan ibadah haji berjalan semakin baik dari tahun ke tahun.
"Hari ini kami dipanggil Presiden untuk menyampaikan laporan terkait pelaksanaan haji yang sudah berlangsung. Perhatian Presiden sangat besar terhadap pelayanan haji karena ini merupakan impian jutaan umat Islam Indonesia," kata Dahnil di Hambalang.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa Sulteng, 312 Warga Terdampak dan Satu Korban Jiwa Menurut Dahnil, Presiden Prabowo ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai berbagai aspek penyelenggaraan haji, sekaligus mendengar langsung langkah-langkah perbaikan yang telah disiapkan pemerintah.
Kementerian Haji, kata dia, telah mengidentifikasi sekitar 20 poin evaluasi yang menjadi fokus pembenahan untuk penyelenggaraan haji berikutnya. Perbaikan tersebut mencakup berbagai sektor layanan yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Meski tidak merinci seluruh poin evaluasi, Dahnil mengakui sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan bersama Presiden. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas layanan haji agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
"Catatan Presiden adalah bagaimana mimpi umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dapat terlaksana dengan pelayanan terbaik. Karena itu, seluruh hasil evaluasi dan rencana perbaikan akan kami laporkan secara menyeluruh," ujar Dahnil.
Pemerintah berharap berbagai langkah evaluasi tersebut dapat menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia yang setiap tahun menjadi salah satu kelompok terbesar di dunia.*
(dw/dh)