HAMBALANG – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 17 Juni 2026. Selain membahas pelaksanaan ibadah haji 2026, rapat tersebut juga menyoroti pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi, serta pengelolaan mineral kritis yang dinilai memiliki peran strategis bagi masa depan Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden ingin memperoleh laporan langsung mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurut dia, pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Komisi VIII DPR RI, Tim Pengawas Haji, dan Kementerian Haji agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji 2026.
"Presiden ingin mendapatkan laporan terkait pelaksanaan haji tahun ini sekaligus mengevaluasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki untuk pelayanan jamaah pada masa mendatang," kata Prasetyo kepada wartawan.
Baca Juga: Bahlil Bidik Indonesia Bebas Desa Gelap pada 2029, Lebih dari 10 Ribu Titik Masih Tanpa Listrik Dalam rapat tersebut, Presiden juga memanggil Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Selain itu, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi Brian Yuliarto turut hadir untuk memberikan laporan mengenai perkembangan program pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Prasetyo menjelaskan, Presiden menaruh perhatian besar terhadap kesiapan SDM Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi global yang berlangsung sangat cepat. Pemerintah ingin memastikan berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi berjalan sesuai kebutuhan masa depan.
Selain sektor pendidikan, rapat juga membahas sejumlah kerja sama strategis yang berkaitan dengan penguasaan teknologi dan pengelolaan mineral kritis atau logam tanah jarang. Komoditas tersebut saat ini menjadi salah satu sumber daya yang banyak dibutuhkan dalam industri teknologi modern, termasuk kendaraan listrik, baterai, hingga perangkat elektronik.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pelayanan haji bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai perbaikan selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
"Hari ini kami diminta menyampaikan laporan pelaksanaan haji yang telah berlangsung. Presiden ingin memastikan pelayanan kepada jamaah terus mengalami peningkatan," ujar Dahnil.
Ia menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan sekitar 20 poin evaluasi dan perbaikan yang akan menjadi bahan laporan kepada Presiden. Berbagai aspek yang menjadi perhatian antara lain pelayanan jamaah, koordinasi penyelenggaraan, hingga peningkatan kualitas fasilitas pendukung selama pelaksanaan ibadah haji.
Menurut Dahnil, Presiden memandang pelayanan haji sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya umat Islam yang menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Rapat di Hambalang ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada evaluasi pelayanan publik seperti ibadah haji, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui penguatan SDM, pengembangan teknologi, dan pemanfaatan sumber daya strategis nasional untuk mendukung pembangunan Indonesia ke depan.*
(in/dh)