LANGSA — Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Aceh bekerja sama dengan Adira Finance Syariah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Langsa menggelar Pelatihan Literasi Keuangan Syariah di Kota Langsa, Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas ekonomi perempuan berbasis syariah, khususnya di kalangan kader Aisyiyah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua panitia pelaksana, Khairumi, mengatakan pelatihan ini digelar di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global dan digitalisasi sektor keuangan, sehingga pemahaman tentang tata kelola keuangan syariah menjadi semakin penting.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 16 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan "Literasi keuangan syariah menjadi instrumen krusial bagi ketahanan ekonomi rumah tangga maupun UMKM," ujar Khairumi di Banda Aceh, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan Adira Syariah.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas finansial perempuan Aisyiyah di tingkat akar rumput.
Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) di Kota Langsa, termasuk PCA Langsa Kota, Langsa Barat, dan Langsa Timur, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Langsa.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan perwakilan dari Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Khairumi menyampaikan apresiasi kepada Adira Syariah atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami berterima kasih atas komitmen Adira Syariah dalam mendukung penguatan literasi keuangan syariah di lingkungan Aisyiyah," katanya.
Sementara itu, Ketua PWA Aceh, Hj. Ashraf, menyebut kegiatan di Langsa ini merupakan bagian dari program yang lebih luas di lima wilayah di Aceh, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Langsa, Lhokseumawe, dan Aceh Barat.
Ia menekankan pentingnya implementasi pengetahuan yang diperoleh peserta dalam pengelolaan keuangan keluarga maupun pengembangan usaha.