JAKARTA – Partai Gerindra menolak tuntutan sejumlah mahasiswa yang meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu menilai MBG merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sehingga yang perlu dilakukan adalah memperbaiki tata kelolanya, bukan menghentikannya.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Doktor Psikologi UGM Teliti Kehidupan Warga Aceh 20 Tahun Pascatsunami dan Konflik Bersenjata Salah satunya dengan melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah muncul kasus dugaan korupsi dalam tata kelola MBG.
Menurut Bahtra, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki program tersebut dengan menindak pihak-pihak yang diduga terlibat penyimpangan.
"Kalau ada penyimpangan atau pengelolaan yang tidak benar, maka yang diperbaiki adalah pengelolaannya. Programnya jangan dihentikan karena tujuan program ini sangat baik, ini program mulia," kata Bahtra dalam sebuah wawancara, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, gagasan MBG lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap masih banyaknya anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam kondisi kurang gizi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan belajar dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Bahtra menegaskan bahwa MBG tidak hanya ditujukan untuk siswa sekolah, tetapi juga menyasar ibu hamil dan balita yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
Selain manfaat kesehatan, ia menilai program tersebut memiliki dampak ekonomi yang cukup besar.
Kehadiran ribuan dapur MBG di berbagai daerah dinilai mampu menggerakkan sektor usaha lokal, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Program ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena kebutuhan bahan pangan meningkat dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal," ujarnya.