KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan meski pemerintah akan melakukan penyesuaian dalam pelaksanaannya.
Salah satu perubahan yang tengah disiapkan adalah kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai penyedia makanan bergizi.
Menurut Mu'ti, program MBG mendapat respons positif dari siswa di berbagai daerah.
Baca Juga: Eks Menpora Tegur Tiyo Ardianto yang Dinilai Hina Presiden Prabowo: Coba Kalau Bapakmu Diperlakukan Seperti Itu, Kamu Sakit Hati Tidak? Dari sekitar 53,5 juta murid di Indonesia, sebanyak 43,4 juta siswa atau sekitar 80,94 persen tercatat sebagai penerima manfaat.
"Sebagian besar mengharapkan program ini tetap dilanjutkan," kata Mu'ti saat kunjungan kerja di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2026).
Pemerintah menyebut data penerima MBG kini telah terhubung dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dengan sistem ini, pemerintah dapat mengetahui secara detail data siswa penerima manfaat, mulai dari nama, alamat, hingga sekolahnya.
Mu'ti mengatakan integrasi data ini akan membantu pemerintah menentukan penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
Meski tetap dilanjutkan, pemerintah berencana menyesuaikan skema penyaluran MBG.
Sekolah yang dinilai tidak terlalu membutuhkan bantuan kemungkinan tidak lagi menjadi penerima program, sementara sekolah dengan kebutuhan lebih tinggi akan diprioritaskan.
Selain itu, mekanisme penyediaan makanan tidak sepenuhnya lagi bergantung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemerintah membuka peluang agar sebagian pelaksanaan MBG dikelola langsung oleh kantin sekolah, dengan pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).