JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sejumlah program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan layanan kesehatan, hingga Sekolah Rakyat merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.
Prabowo menyebut seluruh kebijakan tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar hasil perdebatan atau teori ekonomi yang bersifat akademis.
Menurutnya, pemerintah saat ini berfokus pada program yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh rakyat, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Baca Juga: Prabowo Panggil Menhub ke Istana, Bahas Revisi Tarif Tiket Pesawat? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, disebut lahir dari keprihatinan atas masih tingginya angka stunting di Indonesia. Ia menyoroti kondisi sebagian anak yang masih mengalami kekurangan gizi, termasuk ibu hamil dan balita pada masa penting pertumbuhan awal.
"Bagi saya, sulit untuk mengabaikan kenyataan bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting akibat kekurangan gizi," ujar Prabowo dalam pernyataannya di forum The Economist, dikutip Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa program serupa juga telah banyak diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas generasi masa depan.
Selain MBG, pemerintah juga memperluas program di sektor kesehatan melalui peningkatan fasilitas rumah sakit daerah serta layanan cek kesehatan gratis tahunan bagi masyarakat.
Di sektor pendidikan, pemerintah disebut tengah menjalankan program revitalisasi sekolah berskala besar serta membangun Sekolah Rakyat berasrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu di bidang ekonomi, pemerintah juga membentuk Danantara untuk memperkuat pengelolaan aset nasional dan meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh.
"Kami sedang berinvestasi untuk masa depan Indonesia. Kami bekerja keras untuk mewujudkan itu," kata Prabowo.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak didasarkan pada teori semata, melainkan pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.*